LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI


On 23.03 by LSP in

Mempersiapkan kompetensi sumberdaya manusia (SDM) sejak dini merupakan hal yang sangat diperlukan untuk mampu bersaing memenangkan dan memperebutkan kesempatan kerja yang terbuka di berbagai bidang pekerjaan dan profesi. Perkembangan yang sangat cepat dewasa ini, menuntut kesiapan SDM yang berkualitas yang memerlukan pula persiapan diiringi dengan infrastruktur yang lebih baik dan memadai. Salah satu aspek yang sangat penting dan strategis antara lain menyiapkan standar kompetensi kerja yang akan digunakan sebagai acuan dalam pembinaan dan penyiapan SDM yang berkualitas dan kompeten dan diakui oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dan berlaku secara nasional di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berdasarkan Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ditegaskan bahwa program pelatihan kerja harus mengacu kepada standar kompetensi kerja. Selanjutnya Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional ditegaskan kembali bahwa program pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja harus mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, Standar Kompetensi Kerja Internasional maupun Standar Kompetensi Kerja Khusus.

Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI merupakan satuan kerja di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang memiliki tugas utama melakukan penelitian di bidang oseanografi. P2O LIPI dituntut berkontribusi untuk mencerdaskan dan memajukan bangsa melalui tugas-tugas utamanya sebagai lembaga ilmu pengetahuan. Guna mencapai hasil penelitian yang berkualitas maka perlu didukung oleh sumberdaya manusia yang profesional yang memiliki kompetensi kerja di bidang penelitian kelautan. Kompetensi sumberdaya manusia tersebut tentunya harus dapat diakui dan diterima oleh para pemangku kepentingan.

Pada tahun 2017, Pusat Penelitian Oseanografi LIPI telah mengembangkan dan menggunakan Standar Kompetensi Kerja Khusus untuk memenuhi tujuan internal organisasi sendiri dan organisasi lain yang memiliki ikatan kerjasama dengan P2O LIPI. SKK Khusus tersebut adalah untuk kategori jasa professional ilmiah dan teknis, golongan pokok penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan pada jabatan kerja yang meliputi penilai kondisi terumbu karang, penilai kondisi biodiversitas ikan terumbu karang, penilai kondisi megabentos, penilai kondisi padang lamun dan penilai kondisi komunitas mangrove. Standar Kompetensi Kerja Khusus tersebut telah digunakan sebagai acuan dalam program pelatihan oleh bidang training Program COREMAP CTI LIPI dan sertifikasi kompetensi pada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P2O LIPI. 

Dalam rangka memenuhi relevansi dengan kebutuhan dunia usaha/industri/lapangan kerja, dan dapat diterima oleh pemangku kepentingan, serta memiliki fleksibilitas baik dalam penerapan maupun untuk memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan (seperti industri/perusahaan, lembaga pendidikan dan pelatihan, lembaga sertifikasi, praktisi, serta ahli) maka SKK Khusus yang telah ada didorong menjadi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). 

Berlatar belakang tersebut maka pada tanggal 13-15 Februari 2018 bertempat di Hotel Novotel Bandung telah diadakan workshop perumusan SKKNI untuk jabatan kerja penilai kondisi terumbu karang dan ekosistem terkait. Workshop ini diikuti oleh sebanyak 25 orang peserta yang berasal dari internal LIPI, perwakilan universitas, perwakilan lembaga swadaya masyarakat dan praktisi kelautan.

Workshop kali ini menjadi kegiatan pertama dalam rangkaian tahapan pengembangan SKKNI lainnya. Tahapan berikutnya dalam pengembangan SKKNI yang harus dilalui setelahnya adalah verifikasi rancangan SKKNI, pra kovensi, dan konvensi. Dalam sambutan penutupan kegiatan, Dr. Dirhamsyah, MA selaku Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI menggarisbawahi bahwa sebagai standar kompetensi kerja yang menjadi acuan di Indonesia maka standar yang disusun diharapkan universal dengan tetap menjunjung tinggi kaidah ilmiah dan etika penelitian karena standar kompetensi kerja ini ruang lingkupnya di bidang penelitian oseanografi khususnya untuk penilai kondisi terumbu karang dan ekosistem terkait. Dalam workshop tersebut turut hadir narasumber dari Direktorat Bina Standardisasi Kompetensi dan Pelatihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI yang memberikan bimbingan teknis terkait penyusunan SKKNI.

On 19.17 by LSP in

Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Penelitian Oseanografi LIPI telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Keputusan Ketua BNSP Nomor : KEP.0832/BNSP/VIII/2017 pada tanggal 15 Agustus 2017 sebagai lembaga sertifikasi profesi pihak pertama lembaga pendidikan dan pelatihan. 

Dalam rangka memastikan kompetensi sumberdaya manusia yang melakukan penilaian kondisi terumbu karang dan ekosistem terkait maka LSP P2O LIPI melaksanakan uji kompetensi sebagai bagian dari sertifikasi kompetensi pada 5 skema sertifikasi yakni meliputi (1) skema sertifikasi penilai kondisi terumbu karang, (2) skema sertifikasi penilai biodiversitas ikan terumbu karang, (3) skema sertifikasi penilai kondisi megabentos, (4) skema sertifikasi penilai kondisi padang lamun, dan (5) skema sertifikasi penilai kondisi komunitas mangrove.

Penilaian  kompetensi  merupakan  proses  penilaian  baik  pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja melalui pengumpulan bukti-bukti yang relevan, untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi tertentu. Adapun output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini dinyatakan kompeten sebagai Penilai Kondisi Terumbu Karang dan ekosistem Terkait dan selanjutnya direkomendasikan untuk mendapatkan sertifikat kompetensi dari LSP P2O LIPI.

Sertifikasi kompetensi LSP P2O LIPI dilaksanakan di Kantor LSP P2O LIPI di Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Jakarta. Uji kompetensi akan dilaksanakan di tempat uji kompetensi sewaktu LSP P2O LIPI yakni di Loka Pengembangan Kompetensi SDM Oseanografi LIPI di Pulau Pari, pada tanggal 27-30 November 2017. Peserta yang mengikuti sertifikasi kompetensi sebanyak 18 orang peserta dengan komposisi tiap skema berbeda berdasarkan ketersediaan asesor kompetensinya. Sesuai dengan tipe LSP P2O LIPI maka peserta sertifikasi adalah peserta yang telah mengikuti pelatihan penilaian kondisi terumbu karang dan ekosistem terkait yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Oseanografi LIPI 

Dalam pelaksanaan uji kompetensi akan melibatkan asesor kompetensi yang dimiliki oleh LSP P2O LIPI yang berasal dari internal LIPI maupun dari perguruan tinggi serta lembaga terkait. Asesor kompetensi tersebut telah terlisensi oleh BNSP sebagai asesor kompetensi dan terdaftar sebagai asesor kompetensi di LSP P2O LIPI. Dalam tiap skema sertifikasi akan didampingi oleh admin uji yang berasal dari manajemen LSP P2O LIPI serta untuk skema sertifikasi yang melakukan penyelaman akan didampingi oleh pendamping lapangan untuk mendukung aspek teknis dan keamanan. 
On 20.16 by LSP in ,
Berdasarkan pemerikasaan dan penelaahan dokumen persyaratan  permohonan kompetensi oleh LSP P2O maka nama-nama yang tercantum telah memenuhi persayaratan sebagai peserta sertifikasi dan selanjutnya untuk mengikuti uji kompetensi yang akan dilaksanakan oleh LSP P2O LIPI di TUK Sewaktu LPKSDM Oseanografi LIPI di Pulau Pari, Kepulauan Seribu.