LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI


On 02.13 by LSP
Kebijakan mutu ditetapkan oleh Kepala LSP P2O sebagai berikut :
  • LSP P2O berkomitmen untuk menyediakan layanan sertifikasi profesi yang terbaik, kompeten, imparsial, terjamin kerahasiaan dan keamanan informasinya, sesuai peraturan perundangan yang berlaku untuk memenuhi harapan dan kebutuhan stakeholder. 
  • LSP P2O berkomitmen untuk meningkatkan layanan sertifikasi secara berkelanjutan untuk mencapai kepuasan pengguna layanan dan pemangku kepentingan. 
  • LSP P2O LIPI berkomitmen untuk senantiasa mengembangkan skema sertifikasi yang memiliki keberterimaan di tingkat nasional maupun internasional.
Arah Kebijakan dan Strategi Pusat Penelitian Oseanografi LIPI 
Arah kebijakan Pusat Penelitian Oseanografi diantaranya adalah penajaman kegiatan riset osenografi, revitalisasi peralatan penelitian, peningkatan kapasitas sumberdaya manusia dan penguatan jejaring pelaksanaan riset, pembangunan stasiun penelitian kawasan barat Indonesia. Untuk mencapai Visi dan melaksakan Misi yang telah ditetapkan, Pusat Penelitian OseanografI LIPI menetapkan empat arah kebijakan riset dengan mempertimbangkan kemampuan sumberdaya manusia dan fasilitas yang tersedia.

Empat arah kebijakan tersebut adalah sebagai berikut: 
1. Penajaman Kegiatan Riset Oseanografi 
Pusat Penelitian Oseanografi harus menentukan arah penelitian yang jelas, fokus, dan spesifik untuk periode 5 tahun (2015-2019), serta menetapkan target capaiannya dengan memperhatikan berbagai isu kelautan yang berkembang. Kedepan orientasi penelitian tidak lagi berpusat pada bidang penelitian, tetapi lebih kepada topik dan isu penelitian yang hendak diusung. Dengan demikian program penelitian digarap secara Bersama antar bidang penelitian, dan setiap program memiliki penanggung jawab yang dapat membantu pimpinan Pusat Penelitian Oseanografi dan UPT dalam merencanakan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program penelitian. Arah dan fokus penelitian ini juga yang akan menjadi dasar dalam mengembangan SDM peneliti dan fasilitas penelitian. 

2. Revitalisasi Peralatan Penelitian 
Dalam lima tahun kedepan, Pusat Penelitian Oseanografi memerlukan peralatan penelitian yang memadai dan terkini (up to date) untuk menjawab tantangan penelitian kelautan yang terus berkembang. Oleh karena itu diperlukan pengadaan peralatan peralatan penelitian baru yang belum dimiliki serta memperbaiki/mengganti peralatan yang rusak, dan yang kadaluwarsa (out of date). Peralatan terkait riset pemanfaatan sumberdaya hayati laut, pendugaan sumberdaya laut dan alat survey bawah laut menjadi peralatan yang penting untuk diadakan. 

3. Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia Dan Penguatan Jejaring Pelaksanaan Riset
Kunci keberhasilan lembaga penelitian ditentukan oleh kesiapan sumberdaya manusia baik unsur peneliti maupun pendukung dalam melaksanakan program penelitian. Untuk itu diperlukan peningkatan kualitas dan kuantitas peneliti untuk menjawab tujuan penelitian yang dilakukan.  Peningkatan kualitas peneliti dilakukan secara formal (pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi) maupun non formal (mengikuti pelatihan). Peningkatan kuantitas peneliti dapat dilakukan dengan perekrutan pegawai baru untuk bidang-bidang penelitian yang diperlukan. Selain itu, untuk melakukan penelitian yang komprehensif dalam menjawab isu-isu global diperlukan kerjasama lintas lembaga penelitian. Oleh karena itu diperlukan jejaring antar lembaga penelitian baik nasional, regional maupun internasional yang memerlukan keterlibatan aktif Pusat Penelitian Oseanografi LIPI. 

4. Pembangunan Stasiun Penelitian Kawasan Barat Indonesia
Selama ini sebagian besar keberadaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah naungan Pusat Penelitian Oseanografi berada di kawasan Timur Indonesia, sedangkan di kawasan Barat Indonesia sangat kurang. Padahal dinamika perairan yang berada di kawasan Barat Indonesia (Samudera Hindia, Laut Cina Selatan dan Selat Malaka) sangat penting untuk diungkap. Oleh karena itu diperlukan keberadaan Unit Pelaksana Teknis sebagai pegemban mandat Pusat Penelitian Oseanografi LIPI untuk melakukan kajian di wilayah tersebut.